Harga nol menjawab apakah perangkat lunak digunakan tanpa biaya; itu belum menjawab apakah pengguna boleh mempelajari kode, mengubahnya, atau membagikannya. Perangkat lunak gratis atau freeware dapat berstatus bebas maupun tidak bebas, jadi kata "gratis" saja belum cukup untuk mengetahui hak pengguna [1].
Gratis berbicara soal biaya, bebas soal hak
Perangkat lunak bebas merujuk pada kebebasan pengguna untuk memakai, mempelajari, mengubah, dan menyalin perangkat lunak—bahkan menjualnya—tanpa perlu meminta izin dari siapa pun. Dalam pengertian ini, "bebas" bukan sinonim "tanpa biaya" [1].
Karena itu, dua kemungkinan bisa sama-sama terjadi: perangkat lunak gratis yang tidak memberi kebebasan untuk mengubah atau membagikan, dan perangkat lunak bebas yang boleh diperoleh tanpa biaya. Harga unduhan tidak otomatis menjelaskan ketentuan lisensinya [1].
Lisensi dan akses kode sumber menentukan ruang gerak
Untuk mempelajari atau mengubah perangkat lunak, pengguna perlu dapat mengakses kode sumbernya. Definisi perangkat lunak bebas mengaitkan kebebasan tersebut dengan lisensi—atau domain publik—serta ketersediaan kode sumber bagi setiap orang [1].
Hak menyalin dan membagikan juga dapat mencakup salinan yang sudah dimodifikasi. Namun, kebebasan itu bisa disertai persyaratan agar pengguna berikutnya tetap memperoleh kebebasan yang sama [1]. Maka, saat menilai sebuah program, perhatikan bukan hanya apakah programnya gratis, tetapi juga izin dan kewajiban yang tercantum dalam lisensinya.
Perangkat lunak bebas tidak harus selalu gratis
Perangkat lunak bebas boleh dijual, digunakan secara komersial, dan menghasilkan keuntungan dari distribusi maupun modifikasi kode sumbernya. Orang yang memiliki salinannya juga dapat menyebarkannya secara gratis [1]. Jadi, biaya dan kebebasan pengguna berjalan pada dua jalur berbeda.
Model bisnis perangkat lunak bebas dapat bertumpu pada nilai tambah seperti dukungan, pelatihan, kustomisasi, integrasi, atau sertifikasi [1]. Keberadaan biaya untuk layanan atau nilai tambah tidak dengan sendirinya menjelaskan apakah perangkat lunaknya bebas; hak pengguna tetap perlu dilihat dari lisensi dan akses kode sumber.
Empat hal yang perlu diperiksa
- Apakah perangkat lunak hanya dapat digunakan tanpa biaya, atau pengguna juga bebas mempelajari dan mengubahnya? [1]
- Apakah kode sumbernya tersedia untuk diakses? [1]
- Apakah pengguna boleh menyalin dan membagikan perangkat lunak, termasuk versi yang telah diubah? [1]
- Adakah persyaratan yang perlu dipenuhi agar kebebasan pengguna berikutnya tetap terjaga? [1]
Singkatnya, "gratis" menjelaskan biaya, sedangkan "bebas" menjelaskan hak. Memisahkan keduanya membantu pengguna memahami batas pemakaian sebelum mengandalkan sebuah program untuk kebutuhan tertentu [1].
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Perangkat lunak bebas. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29927432&title=Perangkat_lunak_bebas (diakses 2026-10-04).